OLEH:
Indasah
Universitas Dr. Soetomo
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penambahan jeruk nipis dalam upaya menurunkan kadar Pb dan Cd dalam daging kupang beras (Corbula faba). Dari penelitian ini diharapkan dapat ditemukan perlakuan yang paling baik dalam upaya penurunan kadar Pb dan Cd dengan pemberian jeruk nipis dengan cara mudah, sederhana dan efektif sehingga dapat disosialisasikan kepada masyarakat umum khususnya penjual lontong kupang sehingga dampak pemaparan logam berat Pb dan Cd dapat dihindari.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sesungguhnya (true experimental) rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu penambahan jeruk nipis 79 gram , 238 gram, 396 gram dan dibandingkan dengan perlakuan control.
Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa tanpa perlakuan (kontrol) kadar rata-rata Pb 1,281 mg/kg (ppm), Cd 1,254 mg/kg (ppm). Jika dikaitkan dengan ketentuan FAO/WHO yang menyatakan bahwa kadar logam berat yang diperbolehkan dalam tubuh hewan laut yang dapat dikonsumsi manusia untuk Pb tidak lebih dari 1ppm dan untuk Cd tidak lebih dari 0,1 ppm. Surat keputusan direktur jendral pengawas obat dan makanan no 03725/B/SK/VI/99 tentang batas maksiumum cemaran logam dalam makanan menyatakan bahwa kadar yang diperbolehkan untuk Cd 1 mg/l sedangkan untuk Pb 2 mg/l , menurut SNI kadar maksimum yang diperbolehkan untuk Pb 2 mg/l berdasarkan hal tersebut diatas berarti kupang beras dari Sidoarjo telah tercemar logam beras Pb dan Cd.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa dengan penambahan jeruk nipis terjadi penurunan Pb sebesar 94,6% - 98,4 %, penurunan Cd sebesar 97,7%-98,6%, penurunan Fe sebesar 39,6 %-45,2 %, penurunan Zn sebesar 81,5-83,2%, penurunan protoin sebesar 23,2%-28,7%. Penambahan jeruk nipis yang paling baik digunakan dalam upaya menurunkan kadar logam berat Pb, Cd dengan penurunan minimal Fe, Zn dan proten yaitu dengan jumlah 79 gram.
